Hari Ini WIB

Khadits-khadits Tentang Cinta Dari Rasulullah SAW

Update Tuesday, January 8, 2013 at 2:56 AM. Dalam topik Cinta,cinta indah


Cinta sangat dianjurkan dalam Agama-Nya. Namun, sekali lagi ana ulang, cinta yang seperti itu akan ada setelah waktunya tiba. Kini kita hanya harus bersabar dalam usaha, bukan usaha tidak sabar. Daripada ALLAH marah, murka karena kita membutakan diri dengan cinta yang bukan karena-Nya, tidak halal dan “maksa”. Karena ketahuilah,

Asma’ binti Abu Bakar meriwayatkan, suatu saat beliau mendengar Rasululloh Shollollohu ‘Alayhi Wasallam bersabda, “Tidak ada seorang pun yang lebih pencemburu, daripada ALLAH ‘Azza Wajalla.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Wah, kalau seharian kita mikirin si diaa mulu, tiap saat ingat diaa terus. Sampai lupa makan lupa mandi, apa itu menyenangkan ALLAH? Tidak.. ^^ Rasanya semua sudah menangkap maksud ana, cinta yang halal adalah pilihan terbaik ‘tuk dijalani. Cinta yang karena-Nya, adalah jalan terbaik ‘tuk ditapaki.

Tengoklah kisah Rasululloh Shallollohu ‘Alayhi Wasallam yang sangat mencintai isterinya ‘Aisyah binti Abu Bakar. Beliau bahkan menyapanya Humaira’ (yang kemerah-merahan). Mesra, kan?
Apa sih yang menyebabkan kekukuhan cinta beliau? Ya benar, karena itu karena-Nya, dan dijaga pula oleh-Nya. Sungguh, cinta yang kukuh, hanya akan ada dari cinta yang datang dan dipelihara karena ALLAH. Bukan karena cantik, karena cerdas, kaya, keren, atau karena nafsu. Hanya karena ALLAH saja.

Barang siapa memberi karena ALLAH, menolak karena ALLAH, mencintai karena ALLAH, membenci karena ALLAH, dan menikah karena ALLAH, maka sempurnalah imannya.” (HR. Abu Dawud)

Ya, semua adalah karena-Nya, bukan yang lain. Pun cinta, mencintai karena ALLAH. Cintailah orang yang menempatkan ALLAH di posisi paling eksekutif di hatinya, hingga dialah yang ‘kan membantu kita ‘tuk lebih dekat dengan-Nya. Karena nanti, di akhirat kelak, ALLAH akan menagih cinta yang kita miliki dan pertahankan. Tentang hal yang kita rasa karena-Nya.

Sesungguhnya ALLAH Subhanahu Wata’ala mengatakan pada hari kiamat akan memanggil, ‘Manakah orang-orang yang saling mencintai hanya karena Aku? Pada hari ini Aku akan melindungi mereka di hari yang tidak ada tempat berteduh dan berlindung kecuali perlindungan-Ku.’ ” (HR. Muslim)

Tidak hanya itu, ALLAH telah berjanji untuk mereka yang mencintai manusia karena ALLAH (yang tentunya cinta tertinggi di hatinya adalah untuk-Nya). Rasululloh Shallollohu ‘Alayhi Wasallam bersabda, “Sesungguhnya ALLAH Ta’ala berfirman – dalam Hadis Qudsi:

Barangsiapa memusuhi kekasih-Ku, maka Aku memberitahukan padanya bahwa ia akan Kuperangi – Kumusuhi. Dan tidaklah seseorang hamba-Ku itu mendekat pada-Ku dengan sesuatu yang amat Kucintai lebih daripada apabila ia melakukan apa-apa yang telah Kuwajibkan padanya".

“Dan tidaklah seseorang hamba-Ku itu mendekatkan pada-Ku dan melakukan hal-hal yang sunnah sehingga akhirnya Aku mencintainya. Maka apabila Aku telah mencintainya, Akulah yang sebagai telinganya yang ia gunakan untuk mendengar, Akulah matanya yang ia gunakan untuk melihat, Akulah tangannya yang ia gunakan untuk mengambil dan Akulah kakinya yang ia gunakan untuk berjalan.

Andaikata ia meminta sesuatu pada-Ku, pastilah Ku-beri dan andaikata memohonkan perlindungan pada-Ku, pastilah Ku-lindungi.” (Riwayat Bukhari)

Subhanallooh.. Begitu manis gambaran betapa dahsyatnya kasih sayang yang ALLAH hidupkan di tiap hati hamba yang mencintai-Nya. Janji ALLAH begitu hebat dan menggoncangkan raga dan jiwa.

Karena cinta yang kukuh, agung dan barokah, hanya akan didapatkan setelah kita mencintai-Nya, menjaga hati untuk-Nya, dan mencintai selain-Nya karena-Nya juga.. Karena ia yang mencintai kita dengan sebenar-benar cinta, adalah yang tidak akan pernah “meminta” sebelum ijab dan qobul terikrarkan di antara kita dengannya. Cinta yang baik itu, datang dari ia yang lebih khawatir akan kemurkaan ALLAH daripada kemurkaan manusia.

Tulis Komentar Kamu dibawah, pada Comment as: pilih Name/URL atau pilih Anonymous.

0 Komentar untuk "Khadits-khadits Tentang Cinta Dari Rasulullah SAW"

Post a Comment